Filter

Daftar Topik :
All
Alterasi - Mineralisasi
Batubara
Bahan Industri
Geofisika
Geokimia
Geologi Teknik & Lingkungan
Geologi Struktur
Hidrogeologi
Migas
Paleontologi
Petrologi
Stratigrafi
Panas Bumi
Lain-lain

Sumber Data :
TA (Kuning)
Non TA (Merah)

Search

Objek Pencarian :
Query :



Newest Update

Lapangan Panas Bumi Kamojang

There is a long history of interest in the possibility of developing the geothermal potential of the Komojang region. The first geothermal wells in Indonesia were drilled at Kamojang in 1926 by the Dutch colonial government. The current geothermal field is on the slopes of Mt Guntur, about 7 km to the west of the peak of the mountain. There are three geothermal generating units with a total installed capacity of 140 MW. Komojang is the site of the first modern geothermal site in Indonesia, commissioned by former president Soeharto in January 1983. The three current units, with a capacity of 200 MW, are owned and operated by PT Indonesia Power, a subsidiary of the Indonesian state-owned electricity generating corporation, Perusahaan Listrik Negara (PLN). The concession to the field is held by PT Pertamina Geothermal Energy, a subsidiary of another of Indonesia's major state-owned companies

STUDI ALTERASI HIDROTERMAL DAN KARAKTERISTIK URAT KUARSA BERDASARKAN DATA SUMUR BOR A1, A12, A13, A13B, A17, DAN A17A, DAERAH CIGUHA, KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT

Lokasi penelitian berada di daerah eksplorasi PT. Aneka Tambang Tbk., yang secara administratif berada di Daerah Ciguha, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis batas daerah penelitian 6 o 39’50,3987” - 6 o 40’6,5303” LS dan 106 o 33’46,242” - 106 o 34’24,693” BT, dengan luas daerah penelitian sekitar 2,5 km 2 . Metode penelitian yang dilakukan adalah metode geologi berupa studi literatur daerah penelitian, pengambilan data batuan pada enam sumur bor, kemudian dilakukan analisis laboratorium seperti petrografi dan studio untuk menghasilkan penampang satuan litologi, zona alterasi hidrotermal, dan karakteristik urat kuarsa. Berdasarkan pengamatan pada batuan inti bor dan analisis petrografi, terdapat empat satuan stratigrafi di daerah penelitian (tua-muda) adalah Tuf berumur Miosen Awal, Satuan Breksi Piroklastik berumur Miosen Awal, dan Satuan Andesit berumur Miosen Awal. Daerah penelitian telah mengalami alterasi hidrotermal dengan intensitas sedang-kuat. Terdapat tiga zona ubahan hidrotermal di daerah penelitian, yaitu Adularia-klorit-kalsit-kuarsa-ilit?-epidot+aktinolit disebandingkan dengan zona Propilitik. Zona Adularia-klorit-kalsit-kuarsa-ilit?+laumontin disebandingkan dengan zona Subpropilitik. Zona ilit?-serisit-kuarsa disebandingkan dengan zona Filik. Berdasarkan pengamatan petrografi dari urat kuarsa yang ada pada conto batuan sumur, terdapat beberapa karakteristik tekstur urat kuarsa, seperti terdapatnya tekstur crustiform, comb, vuggy, microplumose,dan cockade.

GEOLOGI DAN ALTERASI HIDROTERMAL DAERAH GUNUNG JAMPANG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BUNGBULANG, KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT

Daerah penelitian merupakan daerah eksplorasi PT. Aneka Tambang Tbk., yang berada di Daerah Gunung Jampang, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peneliti sebelumnya menyatakan bahwa daerah ini memiliki mineralisasi dengan tipe Epitermal Sulfida Rendah. Untuk mengetahui potensi mineralisasi tersebut, Peneliti bekerjasama dengan perusahaan melakukan pemetaan geologi dan alterasi hidrotermal di lapangan. Berdasarkan studi literatur, pengamatan lapangan, analisis petrografi, dan data sekunder XRD dan analisis kadar unsur, didapat hasil sebagai berikut: Daerah ini merupakan kompleks gunungapi tua yang tersusun atas dua satuan, yaitu Satuan: Perbukitan Volkanik Terdenudasi dan Perbukitan Intrusi Terdenudasi. Pola aliran sungai berupa rektangular dan dendritik dengan lembah sungai berbentuk ‘V’ dan erosional cukup intensif. Stratigrafi daerah ini tersusun atas satuan batuan volkanik tidak resmi yang disetarakan dengan Satuan Batuan Gunungapi Tua Tak Teruraikan berumur Pliosen Akhir hingga Pleistosen Awal, secara urutan dari tua ke muda, yaitu Satuan: Breksi Piroklastik, Lava Andesit, dan Tuf. Satuan batuan tersebut kemudian diterobos oleh Andesit Piroksen Porfir pada kala Pleistosen Awal. Struktur geologi berupa sesar geser berarah baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya memotong semua batuan volkanik yang berumur Pliosen Akhir-Pleistosen Awal. Sesar-sesar di daerah penelitian menyebabkan terjadinya interaksi fluida hidrotermal dengan batuan yang menghasilkan zona alterasi dan mengontrol pembentukan sistem urat. Alterasi Hidrotermal yang berkembang berupa Zona Alunit-Diaspor-Kuarsa, Zona Epidot- Aktinolit-Klorit-Kuarsa-Kalsit, Zona Serisit-Kuarsa-Kalsit-Klorit, dan Zona Klorit-Kuarsa-Ilit- Smektit. Mineral sulfida dan logam dasar yang hadir berupa Pirit, Kalkopirit, Kalkosit, dan Kovelit. Terdapat urat-urat berukuran 0,5-20 cm berupa kalsedon, kuarsa dan kalsit dengan tekstur kristalin, saccaroidal, dan lattice bladed. Berdasarkan data-data di atas, maka daerah penelitian digolongkan kedalam endapan Epitermal Sulfida Rendah dengan indikasi adanya bekas dari endapan Epitermal Sulfida Tinggi. Mineralisasi dinilai berpotensi untuk dieksplorasi lebih lanjut dengan analisis lebih lanjut berupa data geofisika dan data pemboran.

GEOLOGI DAN STUDI UBAHAN HIDROTERMAL DAERAH SOBANG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN

Daerah penelitian merupakan daerah dengan potensi panas bumi yang terletak di Desa Sobang, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Secara geografis terletak di 642000-646000 mE dan 9268500-9272500 mS (zona -48S) dengan luas 16 km 2 (4 km x 4 km). Penelitian bertujuan untuk mengetahui tatanan geologi permukaan daerah penelitian dengan skala 1:10.000, penyebaran dan karakteristik zona ubahan, serta kaitannya dengan evolusi fluida panas bumi Gunung Endut. Daerah penelitian termasuk dalam zona fisiografi Gunungapi Kuarter yang berada pada ketinggian 250-650 meter di atas permukaan laut. Geomorfologi daerah penelitian termasuk ke dalam Satuan Geomorfologi Perbukitan Vulkanik dan Satuan Lembah Denudasional dengan tahapan dewasa. Stratigrafi daerah penelitian secara tidak resmi dibagi menjadi tiga satuan. Satuan tertua yaitu Satuan Batugamping-Batupasir yang berumur Miosen Tengah, lalu diendapkan secara tidak selaras Satuan Lava Basalt pada Miosen Akhir-Pliosen Awal, dan yang terakhir diendapkan secara tidak selaras Satuan Lava Andesit yang berumur Pliosen Akhir-Plistosen Awal. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian dimulai dengan Sesar Mengiri Ciminyak yang terbentuk akibat proses pengangkatan pada Plio-Plistosen, lalu terdapat tiga buah sesar yang terjadi setelah umur Plistosen Awal, yaitu Sesar Menganan Cikawah, Sesar Menganan Cilunglum, dan Sesar Mengiri Cilaki. Litologi pada daerah penelitian telah mengalami ubahan hidrotermal dan dibedakan menjadi tiga zonasi ubahan, yaitu Zona Mineral lempung (ilit)±Kuarsa dengan temperatur 220-310 o C yang merupakan zona reservoar dahulu, Zona Klorit±Kalsit±Kuarsa dengan temperatur 180-320 o C yang merupakan zona transisi, dan Zona Mineral lempung (smektit?)±Kalsit±Kuarsa dengan temperatur 120-160 o C yang merupakan batuan penudung. Zona Klorit±Kalsit±Kuarsa dibagi lagi menjadi dua zonasi berdasarkan intensitas alterasinya yaitu intensitas lemah dan intensitas sedang-kuat. Penemuan sinter silika di manifestasi mata air panas Cikawah menandakan bahwa zona aliran vertikal saat ini (Resen) berada di sekitar mata air panas tersebut. Reservoar diperkirakan berada di bawah permukaan mata air panas Cikawah dengan temperatur sekitar 250-260 o C. Evolusi fluida hidrotermal yang terjadi merupakan pendinginan fluida pada reservoar, yakni dari 220-310 o C menurun hingga 250-260 o C.

GEOLOGI DAERAH JAMPANG TENGAH DAN SEKITARNYA, KECAMATAN JAMPANG TENGAH, KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT

Daerah penelitian berada di daerah Jampang Tengah dan sekitarnya, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Secara Geografis, berlokasi di Datum WGS 84, Zona -48, dengan koordinat 694000-699000 dan 9218000-9223000 dan luas daerah 25 km 2 (5x5 km). Daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan geomorfologi, yaitu Satuan Perbukitan Antiklin, Satuan Lembah Sinklin dan Satuan Aluvial. Berdasarkan kenampakan ciri litologi, daerah penelitian dibagi menjadi lima satuan batuan tidak resmi, dari tua ke muda yaitu Satuan Tuf, Satuan Breksi, Satuan Batugamping A, Satuan Batugamping B, dan Satuan Aluvial. Satuan Tuf dan Satuan Breksi disetarakan dengan Formasi Jampang, sedangkan Satuan Batugamping A dan Satuan Batugamping B disetarakan dengan Formasi Bojonglopang yang berupa batugamping terumbu dan batugamping bioklastik. Pada Miosen Awal, Satuan Tuf diendapkan melalui mekanisme arus gravitasi piroklastik aktivitas gunung api pada lingkungan laut. Setelah itu dengan mekanisme yang sama Satuan Breksi yang diendapkan di lingkungan laut. Aktivitas vulkanisme berkurang hingga mati ditandai oleh diendapkannya Satuan Batugamping A yang didominasi foraminifera di bagian bawah lalu diiukuti oleh Satuan Batugamping B yang didominasi oleh terumbu. Perubahan dominasi ini diinterpretasikan sebagai relatif muka air laut turun. Setelah itu, terjadi tektonik aktif yang membuat struktur geologi berupa kemiringan lapisan, perlipatan, dan sesar yang terangkum dalam sistem sesar robekan oblik. Erosi terus terjadi dan endapan aluvial terus diendapkan sampai sekarang.

STUDI ALTERASI HIDROTERMAL DAN KARAKTERISTIK URAT KUARSA BERDASARKAN DATA SUMUR BOR A1, A12, A13, A13B, A17, DAN A17A, DAERAH CIGUHA, KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT

SARI Lokasi penelitian berada di daerah eksplorasi PT. Aneka Tambang Tbk., yang secara administratif berada di Daerah Ciguha, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis batas daerah penelitian 6 o 39’50,3987” - 6 o 40’6,5303” LS dan 106 o 33’46,242” - 106 o 34’24,693” BT, dengan luas daerah penelitian sekitar 2,5 km 2 . Metode penelitian yang dilakukan adalah metode geologi berupa studi literatur daerah penelitian, pengambilan data batuan pada enam sumur bor, kemudian dilakukan analisis laboratorium seperti petrografi dan studio untuk menghasilkan penampang satuan litologi, zona alterasi hidrotermal, dan karakteristik urat kuarsa. Berdasarkan pengamatan pada batuan inti bor dan analisis petrografi, terdapat empat satuan stratigrafi di daerah penelitian (tua-muda) adalah Tuf berumur Miosen Awal, Satuan Breksi Piroklastik berumur Miosen Awal, dan Satuan Andesit berumur Miosen Awal. Daerah penelitian telah mengalami alterasi hidrotermal dengan intensitas sedang-kuat. Terdapat tiga zona ubahan hidrotermal di daerah penelitian, yaitu Adularia-klorit-kalsit-kuarsa-ilit?-epidot+aktinolit disebandingkan dengan zona Propilitik. Zona Adularia-klorit-kalsit-kuarsa-ilit?+laumontin disebandingkan dengan zona Subpropilitik. Zona ilit?-serisit-kuarsa disebandingkan dengan zona Filik. Berdasarkan pengamatan petrografi dari urat kuarsa yang ada pada conto batuan sumur, terdapat beberapa karakteristik tekstur urat kuarsa, seperti terdapatnya tekstur crustiform, comb, vuggy, microplumose,dan cockade.

GEOLOGI DAERAH SOBANG DAN HARIANG SERTA GEOKIMIA FLUIDA PANAS BUMI DAERAH GUNUNG ENDUT, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN

GEOLOGI DAERAH CIJULANG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN JAMPANG TENGAH, KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT

Daerah Penelitian berada di daerah Cijulang dan sekitarnya, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Secara Geografis, daerah penelitian berada di 106° 47' 32.4949" - 106° 50' 16.0192" BT dan 6° 59' 55.8862“ - 7° 02' 38.6332" LS dengan luas daerah penelitian  25 km 2 (5 km x 5 km). Bentuk morfologi yang ada berupa perbukitan dengan lereng yang landai sampai sangat terjal dan lembah. Proses eksogen berupa erosi dan pelapukan yang intensif sedangkan proses endogen berupa kontrol struktur geologi. Pola aliran sungai pada daerah penelitian adalah subdendritik dengan tipe lembah sungai tipe "U" yang menandakan tahap geomorfik dewasa. Satuan geomorfologi di daerah penelitian dibagi menjadi Satuan Perbukitan Vulkanik dan Satuan Lembah Sinklin. Berdasarkan data litologi yang didapat dilapangan, daerah penelitian terbagi dibagi menjadi 3 satuan batuan tidak resmi, dari tua ke muda yaitu Satuan Breksi Vulkanik (Miosen Awal), Satuan tuf (Miosen Awal), Satuan Batugamping (Miosen Awal-Miosen Tengah). Satuan Breksi Vulkanik dan Satuan tuf disetarakan dengan Formasi Jampang, sedangkan Satuan Batugamping disetarakan dengan Formasi Bojonglopang. Pada Miosen Awal, terjadi aktivitas vulkanik pada selatan daerah penelitian yang menyebabkan terbentuknya satuan breksi dan satuan tuff di daerah penelitian. Kemudian pada Miosen Awal-Miosen Akhir terdapat suatu masa dimana vulkanisme mulai berkurang dan keadaan tektonik mulai stabil sehingga menyebabkan satuan batugamping dapat terendapkan. Setelah itu terjadi tektonik yang bersifat kompresi, mengakibatkan terbentuknya struktur geologi berupa lipatan sinklin dan sesar turun sebagai struktur penyertanya. Erosi terus terjadi sehingga menyebabkan terbentuknya morfologi permukaan seperti yang ada pada sekarang ini dan endapan aluvial terus diendapkan sampai sekarang.